News

Perbandingan Penggunaan DEF di Berbagai Negara

Sejarah Pengembangan DEF

Cairan Pembuangan Diesel (Diesel Exhaust Fluid) adalah komponen penting dalam mesin diesel modern, yang bertujuan untuk mengurangi emisi dan memenuhi peraturan lingkungan yang ketat. Pengembangannya didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi emisi nitrogen oksida (NOx), yang merupakan polutan berbahaya yang berkontribusi terhadap kabut asap, hujan asam, dan masalah pernapasan.

Perjalanan DEF dimulai pada awal tahun 2000-an, Eropa memimpin dalam pengembangannya. Penerapan standar emisi Euro IV oleh Uni Eropa pada tahun 2005 menandai tonggak sejarah yang signifikan. Standar ini mengharuskan pengurangan emisi NOx dari mesin diesel, yang mengarah pada adopsi teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR), yang menggunakan DEF untuk mengubah NOx menjadi nitrogen dan uap air. Pada tahun 2010, DEF diadopsi secara luas di Amerika Serikat setelah diperkenalkannya standar emisi EPA tahun 2010.

Evolusi Standar Emisi dan Pengenalan DEF sebagai Solusi

Standar emisi telah berkembang secara signifikan selama beberapa dekade, yang mencerminkan meningkatnya kesadaran lingkungan dan kemajuan teknologi. Pada tahun 1970-an dan 1980-an, standar awal memiliki fokus utama pada pengurangan materi partikulat (PM) dan karbon monoksida (CO). Namun, ketika efek merugikan dari NOx menjadi lebih jelas, badan pengatur di seluruh dunia mulai memperketat batas emisi NOx.

Pengenalan DEF sebagai solusi merupakan respons langsung terhadap batas NOx yang ketat ini. Teknologi SCR, yang mengandalkan DEF, muncul sebagai metode yang efektif untuk memenuhi persyaratan ini. SCR bekerja dengan menginjeksikan DEF ke dalam aliran gas buang mesin diesel, di mana DEF terurai menjadi amonia. Amonia ini kemudian bereaksi dengan NOx melalui katalis untuk menghasilkan nitrogen dan air yang tidak berbahaya.

pria menuangkan cairan bensin ke tangki
https://www.pexels.com/photo/man-in-black-polo-shirt-holding-gray-steel-bar-8470687/

Standar Emisi Kendaraan Diesel dan Penerapan DEF di Negara-Negara Besar

Amerika

Di Amerika Serikat, Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) menjadi yang terdepan dalam mengatur emisi diesel. Standar emisi EPA 2010 mengamanatkan pengurangan emisi NOx yang signifikan dari mesin diesel tugas berat. Peraturan ini secara efektif mewajibkan penggunaan teknologi SCR dan DEF. Saat ini, DEF digunakan secara luas di seluruh AS pada kendaraan diesel komersial dan penumpang untuk memenuhi standar yang ketat.

Eropa

Eropa memiliki salah satu standar emisi yang paling ketat di dunia, yang dikenal sebagai standar Euro. Standar ini semakin lama semakin ketat, dengan Euro IV pada tahun 2005 menjadi titik penting yang memperkenalkan SCR dan DEF ke dalam penggunaan umum. Euro VI, yang diimplementasikan pada tahun 2014, semakin memperketat batas NOx dan PM, sehingga memperkuat perlunya DEF pada kendaraan diesel. Akibatnya, infrastruktur DEF, termasuk ketersediaan di stasiun bahan bakar dan fasilitas produksi, sangat berkembang di seluruh Eropa.

Asia

Di Asia, negara-negara sangat bervariasi dalam adopsi dan penerapan standar emisi diesel. Jepang, Korea Selatan, dan Cina memimpin dalam hal peraturan emisi yang ketat. Peraturan Jepang Post New Long-Term regulations, yang berlaku mulai tahun 2016, sangat mirip dengan standar Euro VI, mengharuskan penggunaan DEF. China juga telah membuat langkah signifikan dengan standar China VI, yang diterapkan secara bertahap mulai tahun 2020, yang sangat mirip dengan Euro VI dan membutuhkan teknologi SCR dan DEF.

India, pemain penting lainnya, memperkenalkan standar Bharat Stage VI (BS VI) pada tahun 2020, melompati BS IV langsung ke BS VI. Transisi ini mengharuskan penggunaan DEF secara luas untuk memenuhi batas NOx yang baru. Negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia, secara bertahap meningkatkan standar emisi mereka, dengan Indonesia mengadopsi standar Euro IV pada tahun 2021, yang mengarah pada peningkatan fokus pada DEF.

Penggunaan DEF telah menjadi sangat diperlukan dalam memenuhi standar emisi modern di seluruh dunia. Dari adopsi awal di Eropa hingga penerapannya secara luas di Amerika dan Asia, DEF telah terbukti menjadi komponen penting dalam mengurangi emisi NOx dari mesin diesel. Karena standar emisi terus berkembang, peran DEF dalam memastikan udara yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat tetap penting. Pengembangan dan penyempurnaan peraturan emisi yang sedang berlangsung secara global kemungkinan akan melihat penggunaan DEF dan teknologi terkait yang lebih luas dan lebih canggih di masa depan.

Sumber: Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) & Dewan Internasional untuk Transportasi Bersih (ICCT), dll.

Baca Artikel lainnya: Keunggulan Sistem SCR Dibandingkan Sistem EGR pada Mesin Diesel

Share: